Saya mau share sedikit tentang hari dimana anak saya
terserang biduran di sekitar area wajah dan matanya. Anak saya saat itu berusia
13 bulan. Pagi itu anak saya bangun seperti biasanya, sebelum shubuh dan
sebelum semua penghuni rumah terbangun. Setelah puas minum ASI saya alihkan dia
dalam pengawasan ayahnya karena saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah. Dedek
jalan-jalan pagi di atas kereta bayi dengan di dorong ayah nya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan membuat bubur bayi
saya menyuapi anak saya. Alhamdulillah makannya cukup lahap. Lalu saya tinggal
menyiapkan peralatan buat mandi Si Kecil. Setelah semuanya siap, ternyata Dedek
tengah rewel di atas kereta bayi. Si Ayah sedang memegangi kedua tangannya yang
berusaha menngucek-ucek matanya. Saya mendekat dan melihat kondisi Si Kecil. Ada
beberapa bentol seperti gigitan nyamuk di pipi, pelipis dan bawah matanya. Aku sedikit
kesal sama suami, kok Dedek sampek di gigitin nyamuk segitu banyaknya.
Karena Dedek mulai menangis, akhirnya aku gendong dan aku
kasih ASI. Dia nenen sambil masih mengusap-usap wajah dan matanya. Tiba-tiba
muncul bentol di ujung matanya, dan bentol yang mulanya cuma beberapa semakin
lama semakin banyak. Ibu ku curiga kalau Dedek terkena ulat bulu di taman depan
rumah karena memang saat itu musim ulat bulu. Kalau aku lebih curiga Dedek
terkena alergi biduran, seperti yang sudah saya alami bertahun-tahun lamanya. Ada
kemungkinan dia mewarisi alergi itu dari saya. Karena saya mewarisinya dari
Ibu, dan Ibu saya mewarisinya dari Nenek.
Tanpa pikir panjang dan sebelum semakin parah alerginya, Dedek
aku kasih minum cetirizine cair yang kebetulan tersedia di rumah. Aku kasih
sepertiga sendok takar. Lebih sedikit dari yang diresepkan DSA yaitu setengah
sendok takar. Alhamdulillah setelah ditunggu lima belas menitan, si urtikaria
mulai mereda. Dedek tidak lagi mengusap-usap wajah dan matanya. Dan bentol
bentol di wajahnya pun mulai hilang. Hanya saja sebelah matanya terlanjur
bengkak lumayan besar.
Dua bulan setelah kejadian itu Dedek tidak pernah terkena
biduran lagi. Semoga saja itu yang pertama dan terakhir. Saya sedih kalau
sampai penyakit yang sudah turun menurun dari Nenek dan Ibu saya ini, menurun
juga ke anak-anak saya. Kalaupun memang menurun, semoga tidak separah yang
terjadi pada saya.
Oh ya, anda pasti berpikir kenapa saya punya persediaan obat
cetirizine cair di rumah. Padahal ini
pertama kali nya anak saya terserang urtikaria. Sebenarnya ceritanya begini. Pada
saat anak saya berumur 8 bulan, anak saya pernah di diagnosis menderita TBC
karena batuk yang tak kunjung sembuh. Hail tes mantoux nya antara positif dan negatif.
Cuma di dalam keluarga saya tidak ada yang perokok. Dan anak saya,
sepengetahuan saya tidak pernah kontak dengan penderita TB. Memang ada
kemungkinan sesorang terjangkit TB tanpa ada nya kontak dengan penderita,
karena kuman TB juga menyebar lewat udara, hanya saja insting saya sebagai
seorang ibu saat itu yakin bahwa anak saya tidak sakit seserius itu.
Benar saja setelah serangkaian pemeriksaan oleh DSA serta
menjalani beberapa tes di laboratorium, anak saya hanya diduga menderita ISPA
(Infeksi Saluran Pernafasan Akut) karena kondisinya semakin membaik setelah
meminum obat yang di resepkan. Tapi anak saya pilek nya tak kunjung sembuh
juga. Sehari sampai tiga hari baikan, pilek lagi selama semingguan. Sembuh dua
tiga hari, pilek lagi. Begitu terus, berulang sampai kalau tidak salah 5 kali. Akhirnya
dokter menduga anak saya terkena alergi jadi beliau meresepkan obat
antihistamin pada kunjungan saya hari itu, cetirizin
cair dalam bentuk sirup.
Tapi saya pribadi saat itu sedikit ragu dengan diagnosis
dokter. Obat alergi sementara tidak saya berikan, karena bulan-bulan itu memang
penyakit batuk pilek sedang sepertinya sedang mewabah. Mungkin anak saya
tertular virus yang lain saat sudah sembuh, karena kondisinya belum sepenuhnya
fit ditambah nafsu makan yang jauh berkurang.
Dan Alhamdulillah anak saya memang hanya terjebak dalam
putaran virus flu. Tanpa saya kasih antihistamin kesehatannya berangsur-angsur
pulih. Itulah mengapa saya punya persediaan cetirizine
cair di rumah.
Semoga sharing saya bermanfaat.
No comments:
Post a Comment