Monday, January 15, 2018

Pengalaman saya minum OAT (Obat Anti Tuberkulosis)

Saya di vonis terkena TBC Kelenjar setelah menjalani biopsi 2 benjolan yang ada di leher sebelah kanan dan kepala bagian belakang. Benjolan di leher saya lebih besar ukurannya dari pada benjolan di kepala, karena saat pertama kali saya memeriksakan diri, benjolan di belakang kepala memang baru muncul dan masih sebesar biji jagung. Sedangkan benjolan di leher saya sudah sebesar bawang merah kualitas super yang besar. Kedua benjolan yang saya miliki, nyeri saat di pegang. Serta daerah di sekitarnya terasa kaku dan sendinya sakit saat digerakkan.

Dari Faskes tingkat 1 tempat saya biasanya berobat, saya di rujuk ke Poli Bedah Umum di RSUD di kota saya. Dari Poli Bedah Umum saya mendapat rujukan internal ke Patalogi Anatomi untuk menjalani biopsi. Dari Patologi Anatomi saya di kembalikan lagi ke Poli Bedah Umum. Dan disini lah saya di vonis terkena TBC kelenjar. Senang karena benjolan saya hanya perlu ditangani dengan pemberian obat telan, bukan di bedah. Sedih karena pengobatannya akan memakan waktu paling sedikit 6 bulan.

Dari Poli Bedah Umum saya di rujuk ke Poli Paru. Saat bertemu Dokter Spesialis Paru saya menyakan beberapa hal kepada beliau. Pertanyaan pertama saya adalah apakah penyakit saya menular? Dokter menjawab kalau penyakit saya tetap menular, tapi penularan nya berbeda dengan TBC paru. Kalau TBC paru menular lewat cairan ludah saat si penderita batuk, TBC kelenjar bisa menular lewat tranfusi darah. Saya merasa lega tapi tetap khawatir TB saya menular kepada anggota keluarga yang lain, terutama anak saya yang masih berumur 1 tahun. Jadi saya selama satu bulan pengobatan awal TB menggunakan alat makan yang khusus saya pakai sendiri.

Pertanyaan saya yang kedua adalah apakah obat OAT yang akan saya minum berpengaruh pada ASI? Beliau menjawab kalau OAT aman untuk ASI. Saya sangat lega, karena anak saya masih minum ASI dari saya, dan tidak mau minum sufor sama sekali. Saya juga khawatir kalau efek samping OAT akan berpengaruh juga pada anak saya. Dokter bilang kalau OAT aman buat ibu menyusui, tapi OAT tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Kalau di tengah terapi OAT seorang wanita dinyatakan hamil, maka dia harus menghentikan terapi OAT dan harus memulai terapi lagi dari awal setelah melahirkan.

Dokter juga menjelaskan kalau penyakit TBC apapun jenisnya harus segera di obati. Karena kalau tidak segera di tumpas, kuman TBC yang sangat bandel bisa menyerang anggota tubuh yang lain seperti paru-paru, tulang, selaput otak bahkan rahim dan lambung. Jadi si kuman TB ini baneran bandel banget, karena dia bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan bisa menempel organyang mana saja di dalam tubuh kita. Serem banget ternyata.

Dokter juga menjelaskan beberapa efek samping yang mungkin saya alami saat mengkonsumsi OAT. Terutama air seni yang berwarna kemerahan. Ini normal kok. Jadi jangan panik kalau setelah mengkonsumsi OAT, saat berkemih air seni berwarna merah. Yang perlu dilakukan adalah tingkatkan asupan air putih kita. Dokter juga meresepkan beberapa vitamin, salah satunya ‘curcumin’.

Ternyata setelah browsing, saya dapat info kalau si kurkumin ini baik untuk dikonsumsi. Selain meningkatkan nafsu makan serta membuat badan segar dan fit, si kurkumin ini baik buat penderita asam lambung. Dan bagi penderita TB yang sedang menjalani terapi OAT, kurkumin ini bisa menjaga fungsi hati, yang harus bekerja keras karena OAT ini termasuk obat yang sangat keras. Dan si kurkumin ini ternyata ada di dalam temulawak. Jadi sejak pertama kali minum OAT, saya juga rajin mengkonsumsi jamu temulawak yang saya buat sendiri di rumah.

Dari Poli Paru saya dirujuk balik ke Puskesmas tempat saya berobat pertama kali. Setelah menyampaikan rujukan balik, dokter memberi saya kartu kuning. Kartu yang berwarna kuning ini fungsinya untuk menulis berapa OAT yang telah diberikan, tanggal berapa obat di berikan, dan pada tanggal berapa harus mengambil obat lagi.

 Saya juga di suruh untuk timbang berat badan. Karena  berapa banyak butir OAT yang harus kita minum setiap hari nya, di tentukan oleh berat badan kita. Saat itu berat badan saya 51 kg, oat yang harus saya minum setiap harinya sebanyak 3 butir. Oh ya, terapi OAT di bagi dua. Dua bulan pertama di sebut masa pengobatan intense. OAT yang harus kita minum warna nya merah ukurannya besar. Bulan selanjutnya OAT yang kita minum warnanya kuning, dan ukurannya lebih kecil.
Dokter memberi saran untuk meminum OAT sebelum tidur, supaya kalau ada efek samping yang sedikit parah, tidak akan mengganggu aktifitas kita di siang hari.

Pengobatan TB paling cepat selama 6 bulan, dan paling lama bisa 2 tahunan. Malah ada yang terapi OAT lebih dari 2 tahun. Dan minum OAT ini harus setiap hari, tidak boleh terlewat seharipun. Kalau bisa OAT diminum pada jam yang sama setiap hari agar efeknya maksimal. Kalau sampai kita kelupaan minum OAT, maka kita harus mengulang pengobatan dari awal lagi, jadi masa minum obat nya jadi lebih panjang. Maka dari itu usahakan di rumah ada  seseorang yang ditunjuk dan dipercaya sebagai PMO (pengawas minum obat). Kalau di rumah saya, suami yang selalu mengingatkan saya untuk minum obat.

Dan Bukan tanpa alasan kalau penderita TB di wajibkan meminum OAT setiap hari. Kalau samapi sampai lupa atau berhenti di tengah pengobatan, kuman TB yang ada di tubuh kita bisa menjadi kuman TB MDR (multi drugs resistance). Dan pengobatan TB MDR itu bisa lebih lama lagi, dan obat yang diminum pun dosis nya lebih banyak dari sebelumnya. Kasihan tubuh kita jadi nya, karena efek OAT ini banyak sekali, dan berbeda tiap orang.

Kalau saya pribadi selama 2 bulan minum OAT ini, efek samping yang pernah saya rasakan adalah:

1.       Mulut kering

Ini hal yang pertama kali saya rasakan. Mulut rasanya kering dan panas banget. kayak sariawan dan panas dalam. Jadinya malas kalau mau makan dan minum. Tapi saya tetap berusaha makan dan banyak minum karena ini demi tubuh tetap sehat dan kuat melawan si kuman TB. Jangan sampai tidak makan, dan kalau bisa makan yang banyak biar si kuman TB tidak semakin kuat. Sejenak lupakan diet anda, dan jangan berpikir tentang diet saat anda terjangkit TB. Tapi makanan nya juga harus yang bergizi ya. Banyak makan buah dan sayur. Dokter juga selalu meresepkan vitamin saat mengambil OAT.

2.       Mual

Ini yang parah banget. Karena sebelum minum OAT saya punya penyakit asam lambung yang sering banget kambuh. Alhamdulillah selama 2 bulan ini cuma 2 kali lambung saya kambuh, mungkin karena sejak mengkonsumsi OAT saya rutin mengkonsumsi jamu temulawak.

3.       Gatal gatal berair

Sejak hari pertama minum OAT telapak dan punggung kaki serta tangan saya sangat gatal. Muncul bintil bintil kecil mengelompok dan menyebar hanya di bagian tangan dan kaki. Saya kasih salep apa saja gak mempan. Sampai saya harus di rujuk ke Poli Spesialis Kulit dan Kelamin. Saya dapat salep yang saya lupa apa namanya. Tapi belum sempat saya pakai salepnya, gatal gatal itu sembuh dengan sendirinya.

Butuh waktu sekitar sebulan agar tangan dan kaki saya bisa kembali seperti semula karena kulitnya kering dan akhirnyaa mengelupas. Saat pengelupasan ini, kaki dan tangan saya sangat kasar dan terlihat sangat jelek. Saya sampai malu kalau keluar rumah tanpa kaos kaki. Sebab orang-orang pasti tanya mengenai kaki dan tangan saya.

4.       Biduran / urtikaria

Sebenarnya sudah sejak saya balita, kalau saya alergi terhadap suatu zat, gejala alergi yang pertama kali akan muncul adalah biduran. Dan sepertinya saya alergi dengan OAT yang sedang saya minum. Karena setiap hari biduran saya kambuh. jadi selain setiap hari saya harus minum OAT, saya juga harus minum obat anti alergi.

5.       Pegal Linu

Sebulan setelah saya minum OAT tiba-tiba sendi lutut saya terasa sakit. Dulu saya kira ini karena saya sering makan kacang, karena dulu saya pernah terserang asam urat. Tapi ternyata yang sakit bukan hanya sendi di kedua lutut saya, tapi bahu sebelah kanan dan kiri, siku dan pergelangan tangan sebelah kanan saya juga sakit. Ditambah tubuh saya rasanya pegal-pegal semua. Terutama ketika bangun tidur. Jadi sejak bangun tidur saya usahakan banyak bergerak, karena kalau cuma dibuat tiduran, badan terasa semakin sakit.


Itu saja efek samping yang saya rasakan selama 2 bulan ini. Saya akan share lagi pengalaman saya selama meminum OAT di postingan selanjutnya. Tetap semangat menjalani kehidupan kawan. ☺☺☺

No comments:

Post a Comment