Sebelumnya saya sudah pernah posting pengalaman saya yang
sejak kecil hingga sekarang, di usia saya 27 tahun, menderita biduran atau
bahasa medis nya urtikaria. Di postingan kali ini saya akan ngasih tahu
beberapa obat yang pernah saya gunakan ketika urtikaria saya kambuh.
Balsam.
Ada merk Balp**ik, ge**ga, dan beberapa merk
lainnya yang pernah saya pakai dan saya lupa namanya. Saran saya gak usah pakek
yang beginian deh, karena cuma nambahin penderitaan aja. Udah gatal, panas,
lengket pula di kulit. Ini mah ide nya Emak sama Bapak saya. Kelihatannya sih
manjur, beberapa jam kemudian si biduran enyah. Menurut pengalaman saya, emang
si bentol ini bisa hilang dengan sendirinya walaupun tidak di obati. Tapi
beberapa hari kemudian kambuh lagi. Tapi ini hanya berlaku untuk yang punya
penyakit alergi dalam bentuk biduran kelas ringan. Kalau bidurannya kelas berat
seperti saya, tidak di obati segera ya tambah lama tambah parah. So, this kind
of treatment is useless and not very recommended.
Bedak.
Yang pernah saya pakai (maksud saya
dipakaikan Emak saya), ada yang merk Hero**n dan Cala**n. Sama juga kayak si
balsam, gak ngaruh buat biduran. Mereka mah buat obat biang keringat cocoknya.
CTM.
CTM.
Nih obat cukup terkenal di masyarakat kita
bahkan fenomenal menurut saya, karena di daerah saya kalau susah tidur mereka
akan konsumsi obat ini. CTM stands for ‘chlorfeniramin
maleat’, obat golongan antihistamin yang banyak di pakai untuk mengobati
biduran. Obat ini manjur sih, sayang nya nih obat bikin mata gak bisa melek.
Apalagi buat anda yang baru pertama kali konsumsi obat ini. Jadi kalau anda
adalah seorang pekerja atau IRT yang perlu mengawasi balita seorang diri,
sebaiknya hindari mengkonsumsi obat ini untuk mengatasi biduran anda.
Mulacort.
Mulacort.
Ini adalah obat anti alergi yang mengandung
Dexamethasone, salah satu obat jenis kortikosteroid yang keras. Kenapa dokter
meresepkan obat sekeras ini pada saya sudah saya share penyebabnya dalam postingan saya sebelumnya.
Jadi karena ini adalah obat keras, penggunaannya
harus menurut resep dokter dan sebisa mungkin di batasi. Tentunya obat ini juga
tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Ketika meresepkan obat ini, dokter pun
mewanti-wanti saya kalau obat ini hanya boleh di minum saat kambuh saja.
Pronicy.
Ini adalah obat yang diresepkan bersamaan
dengan mulacort oleh dokter yang saya kunjungi. Ini juga termasuk obat anti
alergi dan golongan obat antihistamin. Banyak yang bilang kalau obat ini bisa
menggemukkan badan dan merangsang nafsu makan. Dan itu terjadi pada saya. Seumur
hidup cuma sekali saya pernah gemuk. Padahal saat hamil, yang gemuk cuma perut
saya. Dan saya baru sadar kalau pronicy ada dibalik kegemukan saya. Dan ketika
saya stop konsumsi obat ini, berat badan saya kembali normal seperti
sebelumnya. Namun yang saya kurang suka adalah obat-obat ini (mulacort &
pronicy), punya efek samping yang sama dengan CTM, entah salah satunya atau
keduanya. Malahan rasa kantuk saya lebih berat setelah mengkonsumsi kedua obat
ini dari pada waktu saya mengkonsumsi CTM.
Jamu Pahitan.
Ini adalah nama jamu ramuan jawa yang bisa
di beli di toko-toko jamu di pasar tradisional. Jamu ini banyak sekali
komposisi nya. Yang saya tahu ada temu lawak, temu ireng, kayu secang, laos,
serai dan lempuyang. Komposisi yang lainnya saya kurang tahu. Jamu ini rasa
pahitnya emang nendang banget dan warna air nya hitam setelah perebusan. Saya biasanya
hanya kuat minum sampai tiga tegukan. Selebihnya bisa muntah karena gak kuat
sama rasa pahitnya. Dan menurut saya kalau untuk mengobati biduran anda tidak
perlu sampai menyiksa diri seperti ini. Karena saya telah membuktikannya selama
sebulan minum jamu ini, hasilnya nihil.
Loratadine.
Saya suka obat ini karena tidak menimbulkan
kantuk setelah di konsumsi. Namun bekerjanya obat memang tak secepat obat
andalan saya ‘cetirizin’. Loratadin lebih
lambat reaksi nya dalam menghambat biduran.
Cetirizine.
Cetirizine.
Inilah obat andalan saya saat urtikaria
kambuh. Selain tidak menimbulkan kantuk obat ini memiliki reaksi lebih cepat
dalam menumpas urtikaria dari pada obat-obatan lainnya yang pernah saya
konsumsi.
Itu saja sharing pengalaman saya soal obat
yang biasa saya konsumsi jika alergi biduran saya kambuh. Saran saya, akan
lebih baik jika anda bisa mengetahui penyebab alergi yang anda derita. Karena
mengkonsumsi antihistamin tidak akan pernah mengobati alergi. Obat ini hanya
memberikan efek sembuh sementara saja, jadi saat efek obat habis, alergi pun
kambuh lagi.
Sayangnya saya sendiripun sampai detik ini
belum mampu mendeteksi penyebab alergi saya. Jadi dengan sangat terpaksa saya
bergantung pada obat-obatan ini.
Jangan pernah meratapi kehidupan ini. Just let
it flow and always be happy. ☺☺☺
Best Casino Games in US - DrmCD
ReplyDeleteDiscover all the best casino games 여수 출장안마 for US players at DrmCD. Find the best casino games for USA players at 김제 출장안마 DRM. 태백 출장샵 Find exclusive offers, fast 천안 출장안마 payouts and 시흥 출장마사지