Monday, January 8, 2018

Obat-obatan yang Pernah Saya Pakai Untuk Mengobati Biduran

Sebelumnya saya sudah pernah posting pengalaman saya yang sejak kecil hingga sekarang, di usia saya 27 tahun, menderita biduran atau bahasa medis nya urtikaria. Di postingan kali ini saya akan ngasih tahu beberapa obat yang pernah saya gunakan ketika urtikaria saya kambuh. 

Balsam.
Ada merk Balp**ik, ge**ga, dan beberapa merk lainnya yang pernah saya pakai dan saya lupa namanya. Saran saya gak usah pakek yang beginian deh, karena cuma nambahin penderitaan aja. Udah gatal, panas, lengket pula di kulit. Ini mah ide nya Emak sama Bapak saya. Kelihatannya sih manjur, beberapa jam kemudian si biduran enyah. Menurut pengalaman saya, emang si bentol ini bisa hilang dengan sendirinya walaupun tidak di obati. Tapi beberapa hari kemudian kambuh lagi. Tapi ini hanya berlaku untuk yang punya penyakit alergi dalam bentuk biduran kelas ringan. Kalau bidurannya kelas berat seperti saya, tidak di obati segera ya tambah lama tambah parah. So, this kind of treatment is useless and not very recommended.

Bedak.
Yang pernah saya pakai (maksud saya dipakaikan Emak saya), ada yang merk Hero**n dan Cala**n. Sama juga kayak si balsam, gak ngaruh buat biduran. Mereka mah buat obat biang keringat cocoknya.

CTM.
Nih obat cukup terkenal di masyarakat kita bahkan fenomenal menurut saya, karena di daerah saya kalau susah tidur mereka akan konsumsi obat ini. CTM stands for ‘chlorfeniramin maleat’, obat golongan antihistamin yang banyak di pakai untuk mengobati biduran. Obat ini manjur sih, sayang nya nih obat bikin mata gak bisa melek. Apalagi buat anda yang baru pertama kali konsumsi obat ini. Jadi kalau anda adalah seorang pekerja atau IRT yang perlu mengawasi balita seorang diri, sebaiknya hindari mengkonsumsi obat ini untuk mengatasi biduran anda.

Mulacort.
Ini adalah obat anti alergi yang mengandung Dexamethasone, salah satu obat jenis kortikosteroid yang keras. Kenapa dokter meresepkan obat sekeras ini pada saya sudah saya share penyebabnya dalam postingan saya sebelumnya.
Jadi karena ini adalah obat keras, penggunaannya harus menurut resep dokter dan sebisa mungkin di batasi. Tentunya obat ini juga tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Ketika meresepkan obat ini, dokter pun mewanti-wanti saya kalau obat ini hanya boleh di minum saat kambuh saja.

Pronicy.
Ini adalah obat yang diresepkan bersamaan dengan mulacort oleh dokter yang saya kunjungi. Ini juga termasuk obat anti alergi dan golongan obat antihistamin. Banyak yang bilang kalau obat ini bisa menggemukkan badan dan merangsang nafsu makan. Dan itu terjadi pada saya. Seumur hidup cuma sekali saya pernah gemuk. Padahal saat hamil, yang gemuk cuma perut saya. Dan saya baru sadar kalau pronicy ada dibalik kegemukan saya. Dan ketika saya stop konsumsi obat ini, berat badan saya kembali normal seperti sebelumnya. Namun yang saya kurang suka adalah obat-obat ini (mulacort & pronicy), punya efek samping yang sama dengan CTM, entah salah satunya atau keduanya. Malahan rasa kantuk saya lebih berat setelah mengkonsumsi kedua obat ini dari pada waktu saya mengkonsumsi CTM.

Jamu Pahitan.
Ini adalah nama jamu ramuan jawa yang bisa di beli di toko-toko jamu di pasar tradisional. Jamu ini banyak sekali komposisi nya. Yang saya tahu ada temu lawak, temu ireng, kayu secang, laos, serai dan lempuyang. Komposisi yang lainnya saya kurang tahu. Jamu ini rasa pahitnya emang nendang banget dan warna air nya hitam setelah perebusan. Saya biasanya hanya kuat minum sampai tiga tegukan. Selebihnya bisa muntah karena gak kuat sama rasa pahitnya. Dan menurut saya kalau untuk mengobati biduran anda tidak perlu sampai menyiksa diri seperti ini. Karena saya telah membuktikannya selama sebulan minum jamu ini, hasilnya nihil.

Loratadine.
Saya suka obat ini karena tidak menimbulkan kantuk setelah di konsumsi. Namun bekerjanya obat memang tak secepat obat andalan saya ‘cetirizin’. Loratadin lebih lambat reaksi nya dalam menghambat biduran.

Cetirizine.
Inilah obat andalan saya saat urtikaria kambuh. Selain tidak menimbulkan kantuk obat ini memiliki reaksi lebih cepat dalam menumpas urtikaria dari pada obat-obatan lainnya yang pernah saya konsumsi.


Itu saja sharing pengalaman saya soal obat yang biasa saya konsumsi jika alergi biduran saya kambuh. Saran saya, akan lebih baik jika anda bisa mengetahui penyebab alergi yang anda derita. Karena mengkonsumsi antihistamin tidak akan pernah mengobati alergi. Obat ini hanya memberikan efek sembuh sementara saja, jadi saat efek obat habis, alergi pun kambuh lagi.
Sayangnya saya sendiripun sampai detik ini belum mampu mendeteksi penyebab alergi saya. Jadi dengan sangat terpaksa saya bergantung pada obat-obatan ini.


Jangan pernah meratapi kehidupan ini. Just let it flow and always be happy. ☺☺☺

1 comment:

  1. Best Casino Games in US - DrmCD
    Discover all the best casino games 여수 출장안마 for US players at DrmCD. Find the best casino games for USA players at 김제 출장안마 DRM. 태백 출장샵 Find exclusive offers, fast 천안 출장안마 payouts and 시흥 출장마사지

    ReplyDelete